|
PT Zeus Citra International pertama kali didirikan pada tahun 1991 oleh seorang anak muda
dari Jawa Timur yang bernama J. Irwanto Putro. Perusahaan ini pada awalnya dibangun
untuk menangani kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan umum (general trading).
Namun pada perkembangannya lebih lanjut (ekspansi), merambah ke sektor yang lain, yakni
sektor property, melalui berbagai kegiatannya seperti jual beli tanah, pengembangan kontruksi
(bangunan gedung) serta juga pembangunan beberapa perumahan elit (real estat) di kawasan
Jabotabek, dan Surabaya.
Sukses menangani sektor properti, sang pendiri dalam hal ini J. Irwanto Putro kemudian
melakukan ekspansi usaha pada bidang-bidang baru, yang pada waktu itu belum banyak
digarap orang, yakni sektor agro-industri dan juga sektor pertambangan.
Di sektor agroindustri, berbagai kegiatan pertanian pernah dilakukan diantaranya adalah budidaya
tembakau, budidaya cengkeh, serta budidaya tanaman (pertanian) lainnya. Sementara itu,
untuk sektor pertambangan, perusahaan ini mulai mengusahakan pertambangan skala rakyat
di daerah Jambi, Sumatera, serta beberapa daerah konsesi pertambangan lain, di seputar
Kalimatna, dan wilayah lain di Indonesia.
Beberapa daerah konsesi pertambangan bisa disebutkan, diantaranya adalah tambang dolomit di Bukittinggi Sumatera Barat, tambang batu bara di Muara
Enim, Sulsel, Kalimantan Tengah, Emas di Jawa Timur dan Jawa Barat, marmer dan batu granit di beberapa lokasi di Sulawesi serta beberapa lokasi tambang rakyat lainnya.
Semenjak terjadinya krisis ekonomi Agustus 1977, kegiatan group (kelompok) berkisar mulai
dari perdagangan umum, suplai peralatan kantor ke pemerintah, membuka gerai factory outlet
(Ayu Outlet) di beberapa lokasi strategis di kawasan Jakarta, kontruksi dan pengembangan
lahan, property dan real estat, eksplorasi dan prosesing dolomit dan granit. Di luar itu semua,
kelompok usaha Zeus juga memiliki sejumlah asset berupa tanah di beberapa lokasi strategis
di wilayah Jaotabek serta di luar Jabotabek.
Seiring dengan tuntutan pasar dan juga kompetisi bisnis yang kian mengetat, perusahaan ini
terus berekspansi pada enam divisi utama, yakni: pertanian (agroindustri), perdagangan
umum, real estat, pengembangan (jual beli) lahan, sektor pertambangan dan juga garmen
(pakaian jadi), dan yang terkahir adalah pabrik penyelipan (penggilingan) beras dalam skala
besar di wilayah Karawang, dalam hal ini bekerja sama dengan mitranya dari Korea Selatan.
Sebagai tambahan bagi bisnisnya, PT Zeus Citra International juga memiliki sejumlah
koperasi binaan yang bergerak di berbagai bidang seperti pertanian dan juga koperasi serba
usaha (KSU). Melalui strategi semacam inilah, pendiri PT Zeus percaya bahwa pondasi
bisnisnya akan dapat didirikan dengan baik, dan dikembangkan terus menerus hingga
mencapai tujuan utamanya.
|